Buat teman2 yang
menggunakan jasa asuransi BPJS sebaiknya pelajari lebih dahulu kegunaan dan
manfaatnya untuk anda.
Sekedar bagi pengalaman saja, saya pengguna BPJS kelas 2 yang
didaftarkan langsung dari kantor. Berdasarkan manfaatnya BPJS memang cukup
membantu untuk meminimalis biaya keluar saat dalam keadaan darurat saat akan
melaksanakan persalinan.
30 desember 2014 malam, Saya mengajak istri saya untuk chek
kehamilan ke klinik dekat rumah saya. Hasil chek tersebut menjelaskan istri
saya harus segera dilakukan tindakan medis dengan dilaksanakannya operasi cesar
karena kondisi istri saya dalam dua minggu belakangan mengalami tensi darah
yang terus meningkat dan pembengkakan pada kaki dan berpotensi preklamsia.
Dokter menyarankan agar istri saya untuk dibawa kerumah sakit (RS swasta di
tangerang kota) tempat dimana dokter itu bertugas agar paginya dokter dapat
melakukan operasi caesar terhadap istri saya. Karena saya merasa khawatir
terhadap keselamatan bayi dan ibu maka saya dan istri sepakat untuk datang
kerumah sakit yang disarakan dokter tersebut.
sesampainya di rumah sakit saya langsung menuju ke kamar
bersalin perawat untuk di lakukan berbagai pemeriksaan terhadap istri saya.
Selama proses pemeriksaan tersebut saya diminta oleh salah satu perawat untuk mengurus pendaftaran rawat inap dengan fasilitas BPJS yang saya miliki.
Selama proses pemeriksaan tersebut saya diminta oleh salah satu perawat untuk mengurus pendaftaran rawat inap dengan fasilitas BPJS yang saya miliki.
Perintah perawat tersebut langsung saya laksanakan dan langsung
ke tempat pendafataran rawat inap. Saat proses pendaftaran rawat inap, saya
diminta untuk mengisi formulir rawat inap.
Fasilitas BPJS yang saya miliki merupakan kelas dua. Saat
pengajuan kamar untuk fasilitas BPJS kelas dua. Petugas mengatakan kelas tiga,
dua, dan satu penuh, yang ada hanya VIP dan kelas utama.
Karena untuk menjaga keselamat bayi dan anak saya memilih kelas
utama, karena kelas tersebut dibawah kelas VIP.
Yang sangat saya sesalkan, petugas tidak menjelaskan selisi yang harus saya bayar karena pindah kelas. petugas hanya bilang bapak akan bayar selisinya. Saya pikir mungkin hanya bayar selisi kamar dan tidak berpengaruh dengan biayaya lainnya. ternyata yang saya pikir salah.
Yang sangat saya sesalkan, petugas tidak menjelaskan selisi yang harus saya bayar karena pindah kelas. petugas hanya bilang bapak akan bayar selisinya. Saya pikir mungkin hanya bayar selisi kamar dan tidak berpengaruh dengan biayaya lainnya. ternyata yang saya pikir salah.
Saya mulai sadar saat adik saya juga akan melakukan persalinan.
31 desember 2014, dengar kabar adik saya yang bernama Febriana
Sihombing juga akan melahirkan pada tanggal 1 januari 2015 di RSUD Depok. Tapi
berhubung dokter yang menangani adik saya cuti akhirnya adik saya batal oprasi.
1 januari 2015, saya menyarakan adik saya untuk oprasi di RS
yang sama dengan saya, tetapi sebelum dilaksanakan oprasi saya sarankan adik
saya untuk periksa terlebih dahulu di IGD bersalin. Ga lama periksa, dokter
menyarankan adik saya segera di oprasi dan adik ipar saya disarankan untuk
mengurus rawat inap sama seperti saya. Adik saya juga terdaftar BPJS dengan
kelas 3, lagi2 kamar untuk kelas 3 juga penuh, dan saya langsung menyarankan
untuk di kelas utama biar dapat satu kamar, agar orang tua saya tidak bulak
balik untuk besuk kami.
Yang aneh, Pukul 11.00 (1 januari 2014), adik ipar saya diminta
untuk menyetor dana Rp 5jt sebagi deposit agar oprasi dapat dilaksanakan.
Dengar hal itu saya lansung marah dan menemui bagian rawat inap. kenapa ibu
berlakukan adik ipar saya seperti itu? Sedangkan saya waktu mengajukan rawat
inap tidak di minta deposit. Jawap petugas, ' itu sudah ketentuan'.
Oke kalau ketentuan seperti itu, tapi klw saya tdk punya uang
5jt tersebut apa adik saya batal oprasi tanya saya pada petugas rawat inap.
Sempat adik saya di telantarkan saya akan ramaikan rumah sakit ini kemedia.
Lantaran gerentakan saya itu, salah satu petugas laki2 coba bernegoisasi kepada
saya, saya hanya bilang segera lakukan yang terbaik buat adik saya. Akhirnya
adik saya di oprasi.
Pada saat negosisiasi saya tersadar pindah kelas tersebut
berarti pindah paket persalinan makannya adik saya diminta deposit 5jt karena
biayaya persalinan dengan fasilitas BPJS kelas 3 dengan paket kelas utama
berbeda mutlak bukan hanya biayaya kamar.
"Saya kecewa kenapa harus pake deposit
dan tidak ada penjelasan pindah kelas terkait selisi yang harus dibayar"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar