Rabu, 17 Juni 2015


Setitik tinta jadi noda
setitik salah jadi dosa
Bulan penuh berkat selekasnya tiba
Mari tekun beribadah di bulan puasa
Marhaban ya Ramadan, sambutlah dengan senyuman

Kawal harga, DPD Banten Pospera siap turun team  meninjau langsung kepasar-pasar.

DPD Pospera banten telah meninjau langsung ke beberapa pasar-pasar tradisonal di sekitar Banten.
berdasarkan peninjauan tersebut, ditemui sejumlah kebutuhan pokok (sembako) sudah mulai meningkat naik. kenaikan harga tersebut berkisar dari mulai 30% hingga mencapai 100% .

beberapa harga yang sudah mulai naik antara lain, harga cabai yang sebelumnya hanya Rp 16.000,- per kilogramnya kini meningkat menjadi  Rp 24.000,-  per kilogramnya, harga bawang merah yang sebelumnya hanya Rp 12.500,- per kilogramnya  kini meningkat hingga Rp 25.000,-  per kilogramnya, dan cabai rawit yang sebelumnya Rp 15.000,-  perkilogramnya kini naik mencapai Rp 21.000,- perkilgramnya.

Menyikapi kondisi tersebut, DPD Pospera yang di ketua oleh Ahmad Yuslizar akan membentuk team Investigasi Pasar  Murah (IPM) untuk menangkap para pelaku mafia pasar.
Seperti diketahui tahun-tahun sebelumnya, banyak para mafia pasar memanfatkan momentum hari raya besar keagaman untuk melakukan penimbuna barang kebutuhan pokok.


Jumat, 02 Januari 2015

Buat teman2 yang menggunakan jasa asuransi BPJS sebaiknya pelajari lebih dahulu kegunaan dan manfaatnya untuk anda.
Sekedar bagi pengalaman saja, saya pengguna BPJS kelas 2 yang didaftarkan langsung dari kantor. Berdasarkan manfaatnya BPJS memang cukup membantu untuk meminimalis biaya keluar saat dalam keadaan darurat saat akan melaksanakan persalinan.
30 desember 2014 malam, Saya mengajak istri saya untuk chek kehamilan ke klinik dekat rumah saya. Hasil chek tersebut menjelaskan istri saya harus segera dilakukan tindakan medis dengan dilaksanakannya operasi cesar karena kondisi istri saya dalam dua minggu belakangan mengalami tensi darah yang terus meningkat dan pembengkakan pada kaki dan berpotensi preklamsia. Dokter menyarankan agar istri saya untuk dibawa kerumah sakit (RS swasta di tangerang kota) tempat dimana dokter itu bertugas agar paginya dokter dapat melakukan operasi caesar terhadap istri saya. Karena saya merasa khawatir terhadap keselamatan bayi dan ibu maka saya dan istri sepakat untuk datang kerumah sakit yang disarakan dokter tersebut.
sesampainya di rumah sakit saya langsung menuju ke kamar bersalin perawat untuk di lakukan berbagai pemeriksaan terhadap istri saya.
Selama proses pemeriksaan tersebut saya diminta oleh salah satu perawat untuk mengurus pendaftaran rawat inap dengan fasilitas BPJS yang saya miliki.
Perintah perawat tersebut langsung saya laksanakan dan langsung ke tempat pendafataran rawat inap. Saat proses pendaftaran rawat inap, saya diminta untuk mengisi formulir rawat inap.
Fasilitas BPJS yang saya miliki merupakan kelas dua. Saat pengajuan kamar untuk fasilitas BPJS kelas dua. Petugas mengatakan kelas tiga, dua, dan satu penuh, yang ada hanya VIP dan kelas utama.
Karena untuk menjaga keselamat bayi dan anak saya memilih kelas utama, karena kelas tersebut dibawah kelas VIP.
Yang sangat saya sesalkan, petugas tidak menjelaskan selisi yang harus saya bayar karena pindah kelas. petugas hanya bilang bapak akan bayar selisinya. Saya pikir mungkin hanya bayar selisi kamar dan tidak berpengaruh dengan biayaya lainnya. ternyata yang saya pikir salah.
Saya mulai sadar saat adik saya juga akan melakukan persalinan.
31 desember 2014, dengar kabar adik saya yang bernama Febriana Sihombing juga akan melahirkan pada tanggal 1 januari 2015 di RSUD Depok. Tapi berhubung dokter yang menangani adik saya cuti akhirnya adik saya batal oprasi.
1 januari 2015, saya menyarakan adik saya untuk oprasi di RS yang sama dengan saya, tetapi sebelum dilaksanakan oprasi saya sarankan adik saya untuk periksa terlebih dahulu di IGD bersalin. Ga lama periksa, dokter menyarankan adik saya segera di oprasi dan adik ipar saya disarankan untuk mengurus rawat inap sama seperti saya. Adik saya juga terdaftar BPJS dengan kelas 3, lagi2 kamar untuk kelas 3 juga penuh, dan saya langsung menyarankan untuk di kelas utama biar dapat satu kamar, agar orang tua saya tidak bulak balik untuk besuk kami.
Yang aneh, Pukul 11.00 (1 januari 2014), adik ipar saya diminta untuk menyetor dana Rp 5jt sebagi deposit agar oprasi dapat dilaksanakan. Dengar hal itu saya lansung marah dan menemui bagian rawat inap. kenapa ibu berlakukan adik ipar saya seperti itu? Sedangkan saya waktu mengajukan rawat inap tidak di minta deposit. Jawap petugas, ' itu sudah ketentuan'.
Oke kalau ketentuan seperti itu, tapi klw saya tdk punya uang 5jt tersebut apa adik saya batal oprasi tanya saya pada petugas rawat inap. Sempat adik saya di telantarkan saya akan ramaikan rumah sakit ini kemedia. Lantaran gerentakan saya itu, salah satu petugas laki2 coba bernegoisasi kepada saya, saya hanya bilang segera lakukan yang terbaik buat adik saya. Akhirnya adik saya di oprasi.
Pada saat negosisiasi saya tersadar pindah kelas tersebut berarti pindah paket persalinan makannya adik saya diminta deposit 5jt karena biayaya persalinan dengan fasilitas BPJS kelas 3 dengan paket kelas utama berbeda mutlak bukan hanya biayaya kamar.
"Saya kecewa kenapa harus pake deposit dan tidak ada penjelasan pindah kelas terkait selisi yang harus dibayar"
Top of Form


Senin, 10 November 2014








Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD , Jakarta, Senin (10/11). massa menolak pelantikan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta.